regional
Langganan

Usai Insiden Mobil Hanyut, Akses ke Bibir Pantai Cengkrong Ditutup - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Newswire  - Espos.id Regional  -  Rabu, 16 Maret 2022 - 22:12 WIB

ESPOS.ID - Petugas saat mengevakuasi mobil yang terseret air pasang di Pantai Cengkrong, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (15/3/2022). ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Esposin, TRENGGALEK -- Seluruh jenis kendaraan dilarang berada di bibir Pantai Cengkrong, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hal ini setelah adanya insiden mobil wisatawan yang hanyut di pantai tersebut pada Selasa (15/3/2022).

Kapolsek Watulimo, AKP Suyono, mengatakan pihaknya mulai menutup akses menuju zona terlarang bagi semua jenis kendaraan di bibir Pantai Cengkrong, Rabu (16/3/2022). Pihaknya juga akan meningkatkan sisi pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Advertisement

Penutupan akses ke bibir pantai itu dilakukan petugas secara darurat dengan memasang penghalang atau pembatas kayu dan bambu.

Baca Juga: Dinilai Berprestasi, Pamator Dukung Puan Maharani Maju Pilpres 2024

Advertisement

Baca Juga: Dinilai Berprestasi, Pamator Dukung Puan Maharani Maju Pilpres 2024

“Ini sementara. Kami akan berkoordinasi dengan pengelola agar ke depan diberi papan peringatan serta sarana pembatas yang lebih permanen demi mencegah ada kendaraan masuk bibir pantai,” kata Suyono kepada Antara, Rabu.

Dia menyampaikan penutupan ini dilakukan untuk mencegah insiden mobil wisatawan hanyut terulang. Pengawasan juga akan diperketat demi menghindarkan risiko kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda.

Advertisement

Baca Juga: Seorang Petani Ditemukan Meninggal dalam Posisi Sujud di Sawah Ponorogo

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mendukung langkah preventif yang diinisiasi polisi.

Dia menegaskan kendaraan wisatawan dilarang masuk kawasan bibir pantai karena memang bukan peruntukannya. Hanya kendaraan jenis tertentu yang boleh masuk kawasan bibir pantai Cengkrong dan sekitarnya.

Advertisement

Mobil khusus yang dimaksud harus memiliki spesifikasi khusus, salah satunya jenis ATV (all terrain vehicle) serta motor trail yang memang disediakan pengelola wisata.

“Kalau itu sudah sepengetahuan pihak pengelola dan mesti dicarikan jalan yang aman,” kata dia.

Baca Juga: Nahas, Petani Ponorogo Tewas Tersengat Listrik saat Nimbang Hasil Panen

Advertisement

Mengenai insiden mobil wisatawan hanyut di Pantai Cengkrong pada Selasa, Sunyoto memastikan pihaknya bakal melakukan evaluasi kepada pengelola wisata agar pengunjung semakin nyaman. Namun, tetap tidak mengabaikan aspek keamanan wisatawan.

Pihaknya juga akan meningkatkan sisi pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Menurut informasi yang saya dapat [kejadian mobil terbawa arus itu] di luar area pengelolaan. Sebenarnya tidak ada jalur [mobil umum] di situ. Saya akan memberikan teguran kepada pengelola untuk meningkatkan pengawasan di tempat wisata demi kebaikan bersama,” jelas Sunyoto.

Advertisement
Abdul Jalil - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif