regional
Langganan

Pembunuhan ASN Semarang Tak Juga Terungkap, Doa Bersama Digelar di Tugu Muda - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Imam Yuda Saputra Adhik Kurniawan  - Espos.id Jateng  -  Jumat, 16 Desember 2022 - 23:27 WIB

ESPOS.ID - Ratusan orang berpakaian hitam dari komunitas lintas agama menggelar doa bersama di bundaran Tugu Muda, Kota Semarang, agar kasus pembunuhan ASN Semarang Iwan Boedi segera diungkap polisi, Jumat (16/12/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Esposin, SEMARANG - Sudah lebih dari tiga bulan sejak jasadnya ditemukan di kawasan Pantai Marina, kasus pembunuhan ASN Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi, tak kunjung diungkap aparat kepolisian. Kondisi itu cukup memprihatinkan mengingat kematian Iwan Boedi kerap dikaitkan dengan kasus korupsi yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jateng.

Keprihatinan akan kasus Iwan Boedi yang seolah-olah mandeg ini pun muncul dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah kelompok lintas agama di Kota Semarang yang menunjukkan keprihatinan tersebut dengan menggelar doa bersama di Bundaran Tugu Muda, Jumat (16/12/2022) malam.

Advertisement

Sambil mengenakan pakaian serba hitam, ratusan orang yang mengatas namakan komunitas lintas agama itu menggelar doa bersama. Mereka berkumpul sembari membawa lilin.

Tak hanya itu, mereka juga membawa berbagai spanduk yang antara lain bertuliskan "Iwan Justice" hingga "Doa Bersama Lintas Agama Untuk Iwan Boedi". Sambil meneriakan kata-kata,"Iwan Boedi for Justice, Yes! Yes! Yes!," ratusan orang itu seolah tak peduli dengan dinginnya angin malam dan bisingnya suara kendaraan yang melintas di kawasan Tugu Muda.

Advertisement

Tak hanya itu, mereka juga membawa berbagai spanduk yang antara lain bertuliskan "Iwan Justice" hingga "Doa Bersama Lintas Agama Untuk Iwan Boedi". Sambil meneriakan kata-kata,"Iwan Boedi for Justice, Yes! Yes! Yes!," ratusan orang itu seolah tak peduli dengan dinginnya angin malam dan bisingnya suara kendaraan yang melintas di kawasan Tugu Muda.

Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setyawan atau yang karib disapa YAS, mengaku aksi ini dilakukan sebagai pengingat kepada aparat penegak hukum terkait tugas mereka dalam mengungkap misteri pembunuhan ASN Kota Semarang, Iwan Boedi. Selain itu, aksi ini juga sebagai tindak lanjut dari pihak keluarga yang telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memberikan perhatian kepada pengungkapan kasus tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan PNS Semarang, Polisi Periksa 30 Saksi, 1 Dukun

Advertisement

“Pertama kan, harapanya keadilan. Kedua menagih janji. Karena cukup lama keluarga menunggu dan cukup tertekan juga. Mereka mengharapkan keadilan kok lama banget. Apalagi di Semarang hanya satu pekan kasus pembunuhan bisa terungkap, kecuali [kasus] Iwan Boedi," tegas YAS.

Baca juga: Keluarga PNS Semarang yang Dibunuh Minta Presiden Jokowi Beri Perhatian Khusus

Senada, Ketua Panitia Lintas Agama, Aziz, menyampaikan aksi ini sebagai pengingat bersama bahwa kasus Iwan Boedi hingga kini belum terungkap. Selain itu, aksi ini juga menjadi pengingat bahwa tragedi kemanusiaan yang menyebabkan Iwan Boedi meninggal dunia tidak boleh kembali terulang.

Advertisement

“Tema hari ini adalah Iwan Justice. Menuntit keadilan bahwa ini adalah peristiwa kemanusiaan yang harus diselesaikan dan tak boleh terulang kembali kepada siapapun dan di mana pun,” ujar Aziz.

Sekadar untuk diketahui, Iwan Boedi merupakan ASN yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan pada 8 September lalu di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang.

Saat ditemukan, jasad Iwan Boedi tidak utuh. Tangan, kaki, serta kepalanya hilang. Selain itu, jasadnya juga ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Apalagi, hingga kini bagian kepala Iwan Boedi juga belum ditemukan.

Advertisement

Sebelum jasadnya ditemukan, Iwan Boedi sempat dilaporkan hilang pada 24 Agustus lalu. ASN Kota Semarang itu dilaporkan hilang sehari sebelum dirinya memberikan kesaksian kepada Ditreskrimsus Polda Jateng terkait kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemkot Semarang pada tahun 2010 silam.

Advertisement
Imam Yuda Saputra - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif