regional
Langganan

Museum Berharap Bantuan Operasional - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Kurniyanto Jibi Harian Jogja  - Espos.id Jogja  -  Selasa, 10 September 2013 - 14:30 WIB

ESPOS.ID - Ilustrasi museum (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Ilustrasi museum (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Harianregional.com, JOGJA- Jika di sekolah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka museum yang sama-sama berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berharap ada bantuan operasional.

Advertisement

Sekretaris Badan Musyawarah Musea (Barahmus), Asroni mengungkapkan museum berperan membangun karakter bangsa, namun upaya itu tidak semudah membalikkan tangan.

Sejauh ini museum yang ada di Indonesia hampir sebagian besar masih terkendala infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Dampaknya minat pengunjung untuk datang ke museum pun tidak sesuai harapan.

"Yang paling terasa adalah museum swasta yang notabene pemasukannya didapat secara mandiri berbeda dengan museum negeri yang mendapatkan bantuan pemerintah," kata dia, Senin (9/9/2013).

Advertisement

Dia berharap kelak museum swasta pun bisa mendapatkan bantuan operasional. "Museum kan dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau di sekolah ada BOS dari Kementrian. Harusnya museum juga ada BOM [bantuan operasional Museum] yang nanti bisa digunakan museum swasta untuk meningkat infratrukur dan SDM," ucapnya.

Asroni optimistis jika BOM dicairkan dengan sendirinya museum swasta bisa meningkatkan kualitasnya sehingga dengan sendirinya masyarakat juga tertarik berkunjung ke museum.

Sejauh ini, dari pengamatan Asroni, terdapat 200 museum yang tercatat di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Museum itu berasal dari berbagai kota dan pulau di Indonesia yang sebagian besar berstatus museum swasta. "Kalau di Jogja ada 33 museum, dua diantaranya berstatus negeri," ucapnya.

Advertisement

Museum yang ikut dalam pameran di antaranya, Tembi Rumah Budaya, Museum Basuki Abdoelah, Museum Sasmitaloka dan Museum Batik yang berasal dari Jogja. Adapun museum dari luar Jogja diantaranya museum trasportasi TMII, museum Kebangkitan Nasional (Jakarta), Museum Pers Nasional dan museum kars (wonogiri).

Museum pers nasional asal Solo, Jawa Tengah memamerkan kamera Ricoh dan tas pinggang, perlengkapan liputan yang pernah digunakan M. Fuad Syafruddin wartawan harian Bernas yang meninggal akibat dianiaya orang tidak dikenal pada 1996 silam.

Advertisement
Nina Atmasari - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif