regional
Langganan

DAMPAK ANGIN KENCANG SLEMAN : Perbaikan Jaringan Listrik Baru 60% - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Abdul Hamid Razak Jibi Harian Jogja  - Espos.id Jogja  -  Sabtu, 7 Januari 2017 - 01:40 WIB

ESPOS.ID - Ilustrasi (ist)

Angin kencang yang terjadi pada Kamis kemarin mengakibatkan jaringan listrik di sejumlah lokasi putus.

Harianregional.com, SLEMAN- Selain merusak puluhan rumah, fasilitas umum, dan sarana pendidikan, angin kencang yang terjadi pada Kamis kemarin mengakibatkan jaringan listrik di sejumlah lokasi putus.

Advertisement

Putusnya jaringan listrik terjadi akibat robohnya sejumlah tiang listrik di wilayah Seyegan. Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Sleman mencatat setidaknya 10 tiang listrik roboh akibat bencana itu. Seluruhnya merupakan jaringan menengah ke atas. Sampai kemarin, PLN baru menyelesaikan 60% jaringan listrik yang bermasalah.

Di wilayah Kregolan Seyegan terdapat tujuh tiang listrik yang roboh, "Ada sekitar 500 pelanggan yang terdampak, sampai saat ini masih kami lakukan perbaikan jaringan. Satu travo mampu mengaliri sekitar 80 pelanggan," kata Supervisor Teknik PLN Area Sleman Adli Fauzi, Jumat (6/1/2016).

Dia menjelaskan, beberapa jaringan listrik sudah selesai diperbaiki. Beberapa lainnya masih dalam penanganan. Seperti wilayah Margoagung, Krenggolan, Sawahan. Semuanya di wilayah Seyegan. Sementara di Mlati Sleman, jaringan listrik yang terganggu berada di wilayah Krapyak dan Warak. "Satu wilayah lagi di Ngangkrik Sleman," katanya.

Advertisement

Sementara itu, Dalijan warga terdampak bencana angin kencang di Bedingin RT07 RW38, Sumeradi, Mlati, terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya. Pasalnya, rumah Dalijan rusak parah akibat tertimpa pohon durian dan melinjo. "Selain tiga kamar, dapur saya juga rusak. Untuk sementara tinggal sama tetangga," kata Dalijan. Dia bercerita, kedua pohon tersebut roboh sekitar pukul 15.00 WIB. Selain hujan, angin kencang melanda wilayah tersebut. Akibat gangguan cuaca itu, warga banyak memilih tinggal di dalam rumah. Termasuk Dalijan bersama istri, anak, dan cucunya. "Angin kencang datang, bunyinya wus-wus kemudian bruak, bruak. Pohon durian jatuh disusul melinjo,” ujar pria berambut plontos itu.

Beruntung, robohnya pohon tersebut menimpa bagian belakang rumah, ruang dapur dan kamar-kamar di ruang tengah. Seketika itu, Dalijan mengevakuasi seluruh anggota keluarga. Dalijan dan warga lainnya yang menjadi korban bencana tersebut berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan perbaikan rumah. "Biar tidak ngungsi lagi," candanya.

Di Margoagung, Seyegan warga juga berharap bantuan perbaikan rumah yang rusak. Sutardi warga Somorai Margoagung Seyegan mengatakan, selain bantuan berupa makanan siap saji, sembako, sandang dan terpal, perbaikan rumah-rumah yang rusak perlu segera dilakukan.

Advertisement
Advertisement
Sumadiyono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif