regional
Langganan

Berawal Saling Tatap, 2 Pria di Sleman Aniaya Korban Gunakan Airsoft Gun - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Jumali  - Espos.id Jogja  -  Rabu, 29 November 2023 - 15:11 WIB

ESPOS.ID - Pelaku saat dihadirkan di Mapolresta Sleman, Rabu (29/11 - 2023). (Harian Jogja/Jumali)

Esposin, SLEMAN -- Dua pria dibekuk aparat Satreskrim Polresta Sleman karena menganiaya seseorang. Bahkan dua pria itu membawa senjata airsoft gun saat menganiaya korban.

Kedua pelaku penganiayaan itu bernisial YRW, 34, warga Condongcatur, Depok, Sleman, dan FPS, 21, warga Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Sedangkan korban berinsiial ALL, 21, warga Maluku Tenggara.

Advertisement

Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, mengatakan kedua pelaku itu ditangkap polisi pada Selasa (21/11/2023).

Peristiwa penganiayaan itu bermula saat korban ALL mengendarai sepeda motor dan hendak kembali ke rumah indekosnya pada Selasa (10/11/2023) pagi. Setibanya di Jembatan Pugeran, pelaku yang mengemudikan mobil hendak menghentikan korban ALL.

Advertisement

Peristiwa penganiayaan itu bermula saat korban ALL mengendarai sepeda motor dan hendak kembali ke rumah indekosnya pada Selasa (10/11/2023) pagi. Setibanya di Jembatan Pugeran, pelaku yang mengemudikan mobil hendak menghentikan korban ALL.

Saat itu korban ALL sempat lari meninggalkan sepeda motornya dan bersembunyi di rumah warga. Tak berselang lama, ALL akhirnya ditemukan pelaku.

"Terjadi cekcok. Pelaku kemudian naik mobil dan korban menaiki sepeda motor. Sesampai sesudah jembatan, pelaku kembali berusaha menghentikan korban. Tapi korban langsung melanjukan motor dan sempat melempar batu yang mengenai pintu sebelah kanan depan dari pelaku," katanya di Mapolresta, Rabu (29/11/2023).

Advertisement

Pelaku penganiayana, YRW menyampaikan jika airsoft gun itu baru dimilikinya selama tiga hari. Senjata airsoft gun itu dibelinya dari Solo dengan harga Rp2,9 juta.

YRW mengaku tidak mengenal korban. Dia hanya terpancing melakukan aksi kekerasan kepada korban setelah sempat bertatapan di jalan.

"Airsoft gun itu saya bawa karena lagi senang-senangnya. Sebelumnya belum pernah saya gunakan. Dan saya tembakkan 4 kali ke udara dan 2 kali ke jendela kosan," ucapnya.

Advertisement

Atas perbuatannya, YRW dan FPS terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana lima tahun enam bulan dan UU darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 airsoft gun jenis Glok kaliber 6 mm dan satu buah tas slempang warna hitam.

Advertisement
Abdul Jalil - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif